PERSONAL EXCELLENCE

Catatan Pengajian Bulanan NEC,

man-on-mountain

Personal Excellence (Pribadi yang Unggul atau Pribadi yang Sukses) memiliki beberapa penafsiran. Menurut filsafat Cina, pribadi yang unggul dicirikan dengan 3 hal, yaitu Shio (umur panjang), Hok (harta yang banyak), dan Lok (kekuasaan). Tidak jauh berbeda dengan filsafat Cina, Orang Barat mendefinisikan pribadi yang unggul sebagai orang yang memiliki 3P, Power, Position, dan Property. Orang Timur, termasuk Indonesia, memandang pribadi yang unggul atas dasar kepemilikan 3 Ta (Harta, Tahta, dan Wanita), bahkan kini ditambah Ta yang ke-4, Toyota (hehe…). Lalu, bagaimana dengan definisi pribadi unggul dalam Islam?

Al-Quran memberikan rumusan tentang pribadi yang unggul dalam 3 kriteria, yaitu the best performance (performa terbaik), the best attitude (sikap terbaik) dan the best achievement (amal terbaik).

The Best Performance

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat At Tiin ayat 4:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Penampilan terbaik seorang Muslim ditunjukkan dengan posisi tubuh, ekspresi wajah dan pakaian yang dikenakannya. Posisi tubuh yang tegak menunjukkan keoptimisan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika beliau berjalan, langkahnya tidak pernah gontai. Selain posisi tubuh, penampilan terbaik dicirikan dengan ekspresi wajah yang ramah, senyum yang tulus saat bertemu dengan sesama Muslim. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“ (HR At Ttirmidzi).

Berikutnya, penampilan terbaik ditunjukkan dengan pakaian yang baik, yaitu menutup aurat, bersih, rapi dan paduan warna yang tepat.

The Best Attitude

Sikap terbaik seorang Muslim digambarkan dalam Al Qur’an Surat Fushilat ayat 33:

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata,’Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’?”

Sikap seseorang dinilai dari perkataan atau ucapannya. Dan tidaklah seorang Muslim berbicara, selain ucapan yang baik, misalnya mengajarkan ilmu dan mengajak orang lain kepada kebaikan . Di antara sikap terbaik itu adalah :

  1. Berbaik sangka (husnudzan) atau bahasa kerennya positive thinking.

Berbaik sangka akan memelihara hati dari dengki dan hasad.

  1. Proaktif

Orang yg proaktif adalah orang yang punya inisiatif dan siap melakukan tindakan (action) bukan hanya sekedar bicara tanpa tindakan, alias NATO, No Action Talk Only, atau lebih dikenal dengan OMDO (Omong Doang).

The Best Achievement

Allah SWT berfirman dalam QS Al Mulk ayat 2:

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Amalan yang terbaik adalah yang ikhlas dan sesuai dengan kaifiyat (tata cara) yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Usaha seorang Muslim agar memiliki amal terbaik (the best achievement) dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Be Outstanding People

Outstanding people adalah mereka yang berada di atas rata-rata. Untuk mencapainya, seorang perlu memiliki prestasi. Misalnya, Bilal bin Rabbah ra. Beliau termasuk salah satu dari 10 shahabat yang dijamin masuk surga karena beliau adalah orang yang senantiasa memelihara wudhu.

  1. Be extraordinary people

Extraordinary people adalah orang-orang yang luar biasa atau mereka yang memiliki added value. Misalnya, datang ke tempat kerja lebih awal bagi yang berprofesi sebagai karyawan.

Ketika kita berupaya untuk menjadi pribadi yang unggul atau seorang yang sukses, sesungguhnya kita sedang merajut hari-hari kita menuju cita-cita yang kita idamkan, yakni menjadi insan yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al Hujuraat ayat 13:

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu…”

Personal Excellence dapat juga dikaitkan dengan dunia kerja. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang Muslim selalu berorientasi pada akhirat, sehingga motivasi bekerja seorang Muslim adalah ibadah kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS Al Qashash ayat 77:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Orientasi akhirat atau ibadah dalam bekerja akan menumbuhkan motivasi berprestasi dan menghindarkan diri dari berbuat kerusakan dalam lingkungan kerja, seperti melanggar kode etik atau merusak nama baik institusi.

Demikian, semoga kita menjadi pribadi yang senatiasa melakukan perbaikan diri.

Wallahu ‘alam bishowab.

Catatan Pengajian Bulanan Nurul Fikri English Course, 7 Maret 2014.

Disampaikan oleh Ust. Suhartono.